Alhamdulilah akhirnya bisa bikin artikel
tentang Asal-Usul Desa Dukuh Jeruk, :-) Untuk sementara
penulis Cuma bisa menyajikan seadanya dan mohon maaf bila ada kekeliruan atas
apa yang penulis sampaikan dalam artikel ini, Karna penulis juga keterbatasan
pengetahuan, mungkin untuk lebih jelasnya tentang asal-usul desa DukuhJeruk
bisa menanyakan langsung pada sejarahwan/sesepuh didesa “DukuhJeruk”.:-)
Selamat
membaca dan semoga bermanfaat…. :-)
Desa Keramat ! Sejarah desa ini sengaja di sembunyikan. Untuk menghindari hal negatif dalam dunia spiritual. Bahkan jika ada yang sengaja mencari informasi sejarah desa ini maka petaka akan mendatanginya.
Baca Juga : Trik Hidup Hemat
Dukuh
Jeruk adalah salah satu desa agraris yang terletak di sebuah kecamatan di Jawa
Tengah, Tepatnya di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa
Tengah, Indonesia. Desa tersebut terletak di bagian paling barat di provinsi
Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Barat yang ditandai
dengan Sungai Cisanggarung. Karena desa tersebut berbatesan dengan Jawa Barat
maka bahasa yang digunakan sehari-harinya adalah bahasa Sunda. Banyak yang
bilang mirip sekali dengan bahasa yang digunakan oleh masyarakat banten
selatan. Mayoritas masyarakat Dukuh Jeruk berprofesi sebagai petani dan tidak
sedikit pula yang merantau keluar kota bahkan keluar pulau sebagai pegawai kuli
bangunan, Pengusaha, dll. Di desa ini juga memiliki beberapa kesenian, Jenis kesenian yang ada
di desa ini adalah Reog, Sintren,Jaipong, Burok, dan Golek. Namun seiring dengan perkembangan jaman, arus
informasi dan teknologi mengakibatkan kesenian yang ada tidak berkembang.
Dukuh Jeruk
terdiri dari empat wilayah yaitu:
- Dukuh Jeruk sebagai pusat desa,
- Dukuh Cikondang,
- Dukuh Cikondang adalah salah satu pedukuhan yang masuk wilayah desa Dukuh Jeruk, Terletak sebelah Timur dari pusat Desa, sebelah timur hutan kasub, sebelah selatan pesawahan dan perkebunan, sebelah utara pesawahan dan perkebunan. Mayoritas warga Cikondang adalah Buruh tani, pedagang, dan pengrajin anyaman bambu.
- Katapang
- Katapang Terletak disebelah Utara dari pusat desa.
- Dukuh Sindangwangi
- Dukuh sindang wangi adalah salah satu pedukuhan yang masuk ke wilayah desa dukuh jeruk, terletak sebelah barat dari pusat desa Dukuh Jeruk dan sebelah timur sungai cisanggarung, sebelah timur hutan perhutani, sebelah utara hutan perhutani, sebelah selatan hutan perhutani. Artinya akses ke pedukuhan ini cukup jauh karena di tengah hutan perhutani dan akses jalanan belum diaspal sepenuhnya sehingga sedikit rawan jika dilewati malam hari. Mayoritas warga dukuh sindangwangi beragama islam. Mata pencarian berdagang dan bekerja sebagai buruh kasar, Perantau, sebagian bertani.
- Dukuh Karanganyar.
- Dukuh Karang Anyar Terletak di Sebelah Selatan Pusat Desa, Sebelah Timur dari hutan Perhutani. Berbatasan dengan Desa Karang Maja.
Negara
|
Indonesia
|
Provinsi
|
Jawa
Tengah
|
Kabupaten
|
Brebes
|
Kecamatan
|
Banjarharjo
|
KodePos
|
52265
|
Luas
|
-
|
Jumlah
penduduk
|
-
|
Kepadatan
|
-
|
Beberapa tempat keramat yang ada di Desa Dukuh Jeruk
diantaranya adalah:
- Makam Mbah Buyut
- Karapyak
- Drawolong
- Sumur cikondang
- Sumur di belakang bale desa
- Bulak Kasub
- Dan banyak lagi yang belum disebutkan.
Secara
geografis Dukuh Jeruk masuk dalam wilayah Jawa Tengah, namun dalam sejarah masa
kerajaan Kacirebonan, Dukuh Jeruk disebut sebagai Cirebon kolot, entah bagaimana
sejarah rincinya desa ini tak pernah ada yang berani mengupas.
Namun yang sempat terdengar adalah bahwa dahulu kala desa ini merupakan hutan angker, dan adanya seorang petapa. Pada masa kepemimpinan sunan kalijaga dan Sunan Gunung Jati (salah satu anggota wali sanga) nama desa ini bukan lah “Dukuh Jeruk” melainkan “BulakJambu”, desa ini juga pernah menjadi pusat penyebaran agama sunan Gunung Jati (ISLAM) bahkan tiang “Masjid agung kasepuhan sang cipta rasa Cirebon” terbuat dari kayu jati yang di ambil langsung dari hutan di desa Dukuh Jeruk yang pada jaman itu bernama hutan “Bulak Kasub” letaknya di sebelah timur desa Dukuh Jeruk yang saat ini sudah menjadi perkebunan tebu dan beberapa desa. Hanya sampai disitulah cerita itu terdengar karena setiap kali sejarah desa ini akan diungkap, maka selalu yang berceritanya mengalami sakit atau gangguan-gangguan lainnya. Dan Konon pembangunan masjid Sang Cipta Rasa hanya memerlukan waktu satu malam. Sebab pada waktu subuh masjid ini telah dipergunakan untuk shalat subuh para Wali. Masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan tahun 1498 M oleh Walisanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati. Pembangunannya dipimpin Sunan Kalijaga dengan seorang arsitek bernama Raden Sepat. Ia adalah arsitek terkemuka dari Kerajaan Majapahit. Dalam membangun masjid ini, Raden Sepat dibantu 200 orang dari Demak. Masjid ini disebut Sang Cipta Rasa karena terlahir dari rasa dan kepercayaan.
Namun yang sempat terdengar adalah bahwa dahulu kala desa ini merupakan hutan angker, dan adanya seorang petapa. Pada masa kepemimpinan sunan kalijaga dan Sunan Gunung Jati (salah satu anggota wali sanga) nama desa ini bukan lah “Dukuh Jeruk” melainkan “BulakJambu”, desa ini juga pernah menjadi pusat penyebaran agama sunan Gunung Jati (ISLAM) bahkan tiang “Masjid agung kasepuhan sang cipta rasa Cirebon” terbuat dari kayu jati yang di ambil langsung dari hutan di desa Dukuh Jeruk yang pada jaman itu bernama hutan “Bulak Kasub” letaknya di sebelah timur desa Dukuh Jeruk yang saat ini sudah menjadi perkebunan tebu dan beberapa desa. Hanya sampai disitulah cerita itu terdengar karena setiap kali sejarah desa ini akan diungkap, maka selalu yang berceritanya mengalami sakit atau gangguan-gangguan lainnya. Dan Konon pembangunan masjid Sang Cipta Rasa hanya memerlukan waktu satu malam. Sebab pada waktu subuh masjid ini telah dipergunakan untuk shalat subuh para Wali. Masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan tahun 1498 M oleh Walisanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati. Pembangunannya dipimpin Sunan Kalijaga dengan seorang arsitek bernama Raden Sepat. Ia adalah arsitek terkemuka dari Kerajaan Majapahit. Dalam membangun masjid ini, Raden Sepat dibantu 200 orang dari Demak. Masjid ini disebut Sang Cipta Rasa karena terlahir dari rasa dan kepercayaan.
Mungkin saja sejarah ini sengaja di tutup untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan. Seperti penyimpangan, Praktek spiritual untuk hal negatif dan lainnya, karena konon dahulu kala Desa Dukuh Jeruk adalah Bulak Jambu atau Hutan angker dan adanya seorang petapa. Karena memang sangat sulit untuk mengupas asal-asul sejarahnya, bahkan setiap ada yang ingin mengupas beberapa tempat keramat yang ada di desa ini orang tersebut sering mengalami gangguan-gangguan seakan ada yang menutupinya.
Kuwu
(Kepala desa) pertama desa ini dan merupakan kuwu seumur hidup bernama Sumarta
selama kurang lebih 32 tahun walaupun ternyata sebelumnya masih ada kuwu2 lain
selain beliau karena desa ini sudah ada sejak jaman walisanga dan pada jaman
itu pula nama desa ini adalah “Bulak Jambu” setalah tadinya hanya sebuah hutan belantara yang angker dan banyak petapa, dan pada masa kepemimpinan
kuwu-kuwu sebelum pak Sumarta Dukuh jeruk sebagai desa keramat dikenal
diseantero dunia spriritual, namun sejak kepemimpinan Sumarta sudah mulai
melemah lalu Waryono dan Taib hampir jarang ditemukan praktek2
spiritual walaupun hanya beberapa dan biasanya praktek sprirtual itu dilakukan
di pemakaman yang dikenal sebagai pemakaman “Buyut”.
Sedikit informasi Tentang Pemakaman Buyut Cakrabuana Dukuh Jeruk, namun sebelumnya mohon maaf apabila kata-kata yang kurang berkenan di hati agan2 sekalian 😉🙏 Silakan simak Videonya semoga bermanfaat....
Itulah informasi tentang sejarah desa Dukuh Jeruk, Seperti yang saya jelaskan di atas sementara ini penulis cuma bisa menyajikan seadanya dan mohon maaf apabila ada kekeliruan atas apa yang penulis sampaikan dalam artikel ini, karena penulis juga keterbatasan pengetahuan dan kebetulan informasi yang saya dapat dari beberapa narasumber juga masih simpang siur. Itu saja dan kemudian tidak lupa saya ucapkan terimakasih bagi anda yang mengunjungi blog saya yang jelek dan kampungan ini...(sedikit merendah) hee... 😅
Moment acara Color Run Pemuda-Pemudi Desa Dukuh Jeruk



3 comments:
mantaff gan, thanx infonya
Mantaappp
keren bisaan
Post a Comment